Analisis Saringan Agregat Halus
Scribd adalah situs bacaan dan penerbitan sosial terbesar di dunia.
F. ANALISIS PERHITUNGAN. Agregat Halus Pasir W agregat : 500 g; A. Analisa Praktikum Tujuan dari praktikum analisa saringan agregat kasar dan halus adalah untuk menentukan distribusi ukuran butiran (gradasi) agregat …
Saringan tersebut disusun dengan ukuran terbesar di atas. Pengguncangan biaa dengan cara mekanis. Analisis Saringan Pencucian. Metode percobaan ini meliputi penentuan prosedur distribusi ukuran butir agregat halus dan kasar dengan prosedur pencucian. Prosedur semacam ini sering kali dibutuhkan bila agregatnya mengandung butiran-butiran ...
Benda uji berbutir kasar memiliki distribusi ukuran yang kurang baik karena sebesar 73,88% agregat tertahan di saringan ukuran 9,5 mm. Benda uji berukuran halus memiliki distribusi ukuran butiran yang baik karena berat yang tertahan pada masing-masing saringan tidak jauh berbeda dan tidak ada yang mendominasi.
View Pengujian Analisis Saringan Agregat Halus – D3 Teknik Sipil 2013 ジャカルタの.pdf from LANGUAGE 11230835 at State Islamic University of Sultan Syarif Kasim II. D3 Teknik
Analisis Saringan Agregat Kasar Teori Pengujian Tujuan dari analisis saringan agregat kasar (kerikil) sama dengan analisis saringan agregat halus. Ada beberapa kriteria agregat kasar yang baik digunakan sebagai bahan campuran beton. Agregat kasar bersudut lebih baik dibandingkan agregat kasar dengan bentuk bulat.
Pengujian Analisis Ayakan Agregat Halus dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: Siapkan sampel agregat halus dengan kondisi kering oven. Ambil sampel sebesar 1000 gr sebanyak 2 sampel. Susun ayakan berturut-turut dari atas ke bawah, yaitu: 4,76 mm; 2,38 mm; 1,19 mm; 0,6 mm; 0,3 mm; dan 0,15 mm. Dibawah saringan 0,15 diletakkan cawan (pan ...
ANALISA SARINGAN AGREGAT Tujuan Analisa Saringan Agregat adalah pembagian butiran (gradasi) agregat. Data distribusi butiran pada agregat diperlukan dalam perencanaan adukan beton. Pelaksanaan penentuan gradasi dilakukan pada agregat halus dan kasar. Alat yang digunakan adalah seperangkat saringan dengan ukuran jaring-jaring tertentu.
METODE PENGUJIAN TENTANG ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR BAB I DESKRIPSI 1.1 Maksud dan Tujuan 1.1.1 Maksud Metode ini dimaksudkan sebagai pegangan dalam pemeriksaan untuk menentukan pembagian butir (gradasi) agregat halus dan agregat kasar dengan menggunakan saringan. 1.1.2 Tujuan
Dari praktikum analisa saringan agregat kasar dan halus dapat ditarik kesimpulan : Dengan analisa saringan dapat diketahui distribusi butiran pada masing-masing jenis agregat. Benda uji berbutir kasar memiliki distribusi ukuran yang kurang baik karena sebesar 73,88% agregat tertahan di saringan ukuran 9,5 mm.
Agregat halus yang baik harus bebas bahan organik, lempung, partikel yang lebih kecil dari saringan No. 200, atau bahan-bahan lain yang dapat merusak beton. Agregat yang dipakai untuk campuran adukan atau mortar harus memenuhi syarat yang ditetapkan oleh ASTM dengan batasan ukuran agregat halus yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.
BAB V PEMERIKSAAN ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR (FILTER ANALYZE) (AASHTO T-27-24) (ASTM C-136-46) 5.1. Tujuan Percobaan ini dimaksudkan untuk menentukan pembagian butir gradasi agregat halus dan kasar dengan menggunakan saringan. 5.2. Dasar Teori Analisis saringan agregat adalah suatu kegiatan analisis yang digunakan …
Analisa saringan dapat dilakukan dengan : 1. Analisa basah (AASHTO T 11 – 82), jika agregat yang akan ditapis mengandung butir-butir halus dapat terdeteksi dengan baik. 2. Analisa kering (AASHTO T 27 – 82), jika agregat itu bersih, sedikit sekali mengandung butiran halus. Praktikum ini menggunakan dengan cara yang ke dua.
Analisa saringan dapat dilakukan dengan : 1. Analisa basah (AASHTO T 11 – 82), jika agregat yang akan ditapis mengandung butir-butir halus dapat terdeteksi dengan baik. 2. Analisa kering (AASHTO T 27 – 82), jika agregat …
Saringan tersebut disusun dengan ukuran terbesar di atas. Pengguncangan biaa dengan cara mekanis Analisis Saringan Pencucian Metode percobaan ini meliputi penentuan prosedur distribusi ukuran butir agregat halus dan kasar dengan prosedur pencucian. Prosedur semacam ini sering kali dibutuhkan bila agregatnya mengandung butiran-butiran halus ...
¾ Maksud dan Tujuan Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan pembagian butiran gradasi agregat halus dan agregat kasar dengan mengggunakan saringan. ¾ Standar Pemeriksaan Pemeriksaan analisis saringan menggunakan standar SK SNI M–08–1989– F, SNI 03 – 1968 – 1990. ¾ Bahan dan Peralatan • Bahan - Agregat kasar ukuran maksimum ...
ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR (AASHTO T-27-74) (ASTM C-136-46) 1. DASAR TEORI Analisis saringan agregat adalah suatu kegiatan analisis yang digunakan untuk menentukan presentase berat butiran agregat yang lolos dalam suatu set saringan, yang angka persentase kumulait digambarkan pada grafik pembagian butir.
Enter the email address you signed up with and we'll email you a reset link.
View MODUL I Analisi saringan agregat kasar dan agregat halus.doc from HUMAN RESE 123 at Institut Teknologi Sumatera (ITERA). 1 MODUL 1 ANALISIS SARINGAN AGREGAT KASAR DAN HALUS 1.1 Tujuan
Batasan ukuran agregat kasar yang digunakan sebagai campuran beton ialah agregat dengan diameter 38.1 mm – 4.76 mm. Pengujian analisis saringan agregat kasar digunakan untuk mendapatkan nilai Fineness Modulus (FM). batasan Fineness Modulus agregat kasar yaitu, 5,5 le FM le 7,5 5,5 ≤ F M ≤ 7,5. Batasan nilai gradasi agregat yang baik ...
1.2 Ruang lingkup. Metode pengujian jenis tanah ini mencangkup jumlah dan jenis-jenis tanah baik agregat halus maupun agregat kasar, yang persyaratanya tercantum dalam 2.2. Hasil pengujian analisis saringan agregat halus dan kasar dapat digunakan antara lain : 1) Penyelidikan quarry agregat; 2) Perencanaan campuran dan pengendalian mutu beton.
material halus yang lolos saringan 0,075 mm dari partikel yang lebih besar; e. Aduk-aduk agregat di dalam wadah secara kuat dengan menggunakan sendok besar, agar partikel halus yang lolos saringan 0,075 mm yang menempel pada partikel yang lebih besar dapat terlepas. Kemudian segera tuangkan air pencuci ke
2,38 0 0 100 A. Analisa Praktikum Tujuan dari praktikum analisa saringan agregat kasar dan halus adalah untuk menentukan distribusi ukuran butiran (gradasi) agregat halus dan agregat kasar dengan menggunakan saringan yang ditentukan pada masing-masing ukuran butirannya. Sebelum memulai praktikum, terlebih dahulu praktikan menyiapkan material ...
Analisis saringan kering biaa digunakan untuk pekerjaan rutin untuk agregat normal. Namun bila agregat tersebut mengandung abu yang sangat halus atau mengandung lempung, maka diperlukan analisis saringan dicuci. Untuk agregat halus umumnya digunakan analisis saringan dicuci (basah). Berikut adalah ukuran saringan menurut ASTM pada Tabel 2.4.
Saringan tersebut disusun dengan ukuran terbesar di atas. Pengguncangan biaa dengan cara mekanis. Analisis Saringan Pencucian. Metode percobaan ini meliputi penentuan prosedur distribusi ukuran butir agregat halus dan kasar dengan prosedur pencucian. Prosedur semacam ini sering kali dibutuhkan bila agregatnya mengandung butiran-butiran ...
Saringan tersebut disusun dengan ukuran terbesar di atas. Pengguncangan biaa dengan cara mekanis Analisis Saringan Pencucian Metode percobaan ini meliputi penentuan prosedur distribusi ukuran butir agregat halus dan …
Isikan air kedalam wadah, lalu cuci agregat hingga air cucian jernih. Keringkan benda uji dalam oven dengan suhu (110 ± 5)°C. Saringan diletakkan pada sieve shaker, lalu curahkan benda uji. Setelah 10 menit, keluarkan dan timbang agregat yang tertahan pada tiap saringan. Pisahkan agregat yang tertahan pada tiap saringan.